Satuan acara penyuluhan penyakit flu Babi
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
PENYAKIT
FLU BABI
(swine
flu)

KELOMPOK
A3
PROGRAM STUDI STRATA 1 ILMU
KEPERAWATAN
STIKES NANI HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
Nama anggota kelompok
S A T U A N A C A R
A P E N Y U L U H A N (SAP)
PENANGANAN FLU BABI (SWINE FLU)
Judul : Flu Babi (swine flu)
Subjudul :
a. Pengertian flu Babi (swine flu)
b. Penyebab flu Babi (swine flu)
c. Penularan flu Babi (swine flu)
d. Tanda dan gejala flu Babi (swine
flu)
e. Pencegahan flu Babi (swine flu)
f. Upaya pengobatan flu Babi (swine
flu)
g. Cara menangani penderita flu Babi
(swine flu)
Waktu : 1 x 20 menit
Tempat : Gedung kampus STIKES NANI
HASANUDDIN Makassar
Sasaran : Mahasiswa/i
I.
Tujuan Penyuluhan Umum (TPU)
Setelah
mengikuti penyuluhan selama ± 20 menit peserta dapat mengetahui tentang
penyakit flu Babi secara jelas dan benar
II.
Tujuan Penyuluhan Khusus (TPK)
a.
Setelah
mengikuti penyuluhan selama + 4 menit peserta dapat menjelaskan
pengertian flu babi (swine flu) dengan bahasa sendiri.
b.
Setelah
mengikuti penyuluhan selama ± 6 menit peserta dapat menjelaskan penyebab flu
Babi (swine flu) dengan benar
c.
Setelah mengikuti penyuluhan selama + 8
menit peserta dapat menyebutkan cara penularan flu Babi (swine flu)
d. Setelah mengikuti penyuluhan selama ±
12 menit peserta dapat menyebutkan tanda dan gejala penyakit flu Babi (swine
flu)
e.
Setelah
mengikuti penyuluhan selama + 15 menit peserta dapat menyebutkan cara-cara
pencegahan penyakit flu Babi (swine flu)
f.
Setelah
mengikuti penyuluhan selama ± 17menit peserta dapat menjelaskan bagaimana cara
pengobatan terhadap penyakit flu Babi (swine flu)
g.
Setelah
mengikuti penyuluhan selama ± 20 menit peserta dapat menjelaskan bagaimana cara
menangani penderita fu Babi (swine flu)
III.
Materi Penyuluhan (Terlampir)
a.
Pengertian
penyakit flu Babi (swine flu)
b.
Penyebab
penyakit flu Babi (swine flu)
c.
Penularan
penyakit flu Babi (swine flu)
d.
Tanda
dan gejala penyakit flu Babi (swine flu)
e.
Pencegahan
penyakit flu Babi (swine flu)
f.
Pengobatan
penyakit flu Babi (swine flu)
g.
Cara
menangani penderita flu Babi (swine flu)
IV.
Metode Penyuluhan
Ceramah dan diskusi
V.
Kegiatan Penyuluhan
|
Pembukaan
(3 menit)
|
Kegiatan
Inti (14 menit)
|
Penutup
(3 menit)
|
|||
|
Penyuluh
|
Peserta
|
Penyuluh
|
Peserta
|
Penyuluh
|
Peserta
|
|
Memberi
salam
|
Menjawab
salam
|
Menjelaskan
materi
|
Memperhatikan materi yang
disampaikan
|
Menyimpulkan
materi
|
Memperhatikan
penjelasan
|
|
Perkenalan
|
Merespon
|
Memberi
kesempatan untuk bertanya
|
Bertanya
apabila ada materi yang tidak mengerti
|
Mengevaluasi
|
Menjawab
|
|
Apersepsi
|
Menyimak
|
Memberikan
pertanyan balik kepada peserta
|
Menjawab
pertanyaan penyuluh
|
Memberi salam
|
Menjawab
salam
|
VI.
Media dan Alat
a.
Media : Leaflet dan Slide Persentation
(powerpoint)
b.
Alat : Proyektor/poster
VII. Sumber
Penyuluhan
VIII. Evaluasi
Metode evaluasi : Tanya jawab
Jenis
pertanyaan : Lisan
Jumlah
soal : 7
Soal
a.
Jelaskan
pengertian penyakit flu Babi (swine flu)
b.
Jelaskan
penyebab penyakit flu Babi (swine flu)
c.
Jelaskan
cara penularan penyakit flu Babi (swine flu)
d.
Sebutkan
tanda dan gejala penyakit flu Babi (swine flu)
e.
Jelaskan
cara pencegahan penyakit flu Babi (swine flu)
f.
Jelaskan
cara pengobatan penyakit flu Babi (swine flu)
g.
Jelaskan
bagaimana cara menangani penderita penyakit flu Babi (swine flu)
Jawaban
a. Flu babi (Swine influenza) adalah
penyakit pernafasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus Swine Influenza
tipe A / A-H1N1. Penyakit ini bersifat zoonosis (dapat menular pada manusia),
umumnya dengan gejala klinis yang ringan.
b. Penyebab penyakit flu Babi atau
swine flu adalah virus influenza A subtipe H1N1
yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan
penularan antar manusia. Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza,
gejala klinisnya sama.
c. Penularan virus Flu Babi dapat
melalui kontak langsung, melalui udara atau melalui batuk dan bersin. Faktor
cuaca dan stres juga akan mempercepat penularan hewan terinfeksi ke dalam
populasi hewan yang sehat. Atau melalui peralatan kandang yang tercemar virus.
Virus flu babi bisa terbawa melalui alas kaki (sepatu, sandal), baju, kendaraan
dll. Penularan flu babi ke manusia jarang dan umumnya terjadi hanya pada
orang-orang yang dalam kesehariannya sering kontak dengan babi yang terinfeksi
atau kontak dengan benda-benda yaang telah terkontaminasi.
d. Gejala yang timbul pada Babi dengan
kasus swine flu adalah
a) Demam tinggi ≥38°c.
b) lesu/malas
c) keluar cairan dari hidung dan mata
d) gangguan pernafasan
e) mata merah
f) menurunnya nafsu makan
g) muntah berlendir (bila sudah akut)
sedangkan gejala yang timbul pada
manusia bila terinfeksi flu babi pada umumnya mirip dengan gejala influenza
seperti:
a) demam
b) batuk
c) pilek
d) letih
e) sakit
kepala
f) mual,
muntah dan diare
g) pusing
h) menggigil
i)
radang
tenggorokan
j)
kelelahan
dan mudah mengantuk
k) kesulitan
untuk bernafas dan memerlukan alat bantu nafas (ventilator)
l)
radang paru paru atau pneumonia
m) Beberapa
diantaranya dapat mengalami gejala kejang kejang
e. Cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus flu babi
pada prinsipnya sama dengan cara mencegah penularan virus influenza yang lain
yaitu vaksinasi, meminimalisir kontak dengan virus seperti mencuci tangan
sesering mungkin, jangan menyentuh wajah anda terutama hidung dan mulut serta
menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang menderita flu, peningkatan higiena, sanitasi dan perlikau hidup bersih diri
sendiri.
f. Pusat
pengendalian dan pencegahan penyakit CDC merekomendasikan penggunaan Tamiflu (oseltamivir)
atau Relenza (zanamivir) untuk pengobatan dan / atau pencegahan infeksi virus
flu babi, walaupun sebenarnya sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini
dapat membuat pemulihan penuh tanpa memerlukan perhatian medis atau obat
antivirus. Pada keadaan yang
berat, pasien mungkin membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut di rumah
sakit.
g. Penangan
terhadap penderita flu babi adalah sebagai berikut:
a) Penderita
dianjurkan tetap tinggal di rumah, menghindari berpergian ke pusat-pusat Ini
akan mencegah menjangkiti orang lain.
b) Penderita
sebaiknya menutup mulut dan hidung dengan tisu/saputangan ketika berbicara,
batuk, dan bersin. Ini akan mencegah
orang-orang di sekitar menjadi sakit
c) Penderita
tidak boleh menyentuh mata, mulut dan
hidung orang lain untuk menghindari virus menyebar
d) penerapan
vaksin yang disiapkan sesuai dengan jenis virus yang beredar
e) penderita
harus menghindari debu, asap bergerak dan zat lainnya yang dapat mengganggu
pernafasan dan
f) penderita
sebaiknya menggunakan cubrebocas dan membuang
tisu hasil bersin ke tempat sampah
IX. Lampiran materi
A.
pengertian
Flu babi (Swine influenza) adalah
penyakit pernafasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus Swine Influenza
tipe A / A-H1N1. Penyakit ini bersifat zoonosis (dapat menular pada manusia),
umumnya dengan gejala klinis yang ringan. Virus ini mudah menyebar sehingga
menyebabkan angka kesakitan babi yang tinggi, meskipun angka kematian rendah,
yaitu 1 - 4 % bila dibandingkan dengan Flu Burung ( bisa mencapai 95 %). Masa masuknya
virus flu babi ke tubuh babi sampai timbul gejala atau mati adalah 1- 2 hari,
bisa 2- 7 hari dengan rata-rata 4 hari.Daya tahan virus, dalam daging akan mati
pada suhu 70 derajat celsius, karenanya aman mengkonsumsi daging babi setelah
dimasak dengan sempurna.
Flu babi (swine
flu) merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus
influenza. Penyakit ini sebenarnya jamak menyerang ternak babi, namun kini
telah mengalami perubahan yang drastis dan mampu untuk menginfeksi manusia.
Gejala yang timbul pada manusia pun mirip dengan apa yang terjadi pada babi.
Flu
babi pertama kali diisolasi dari seekor babi yang terinfeksi pada tahun 1930 di
Amerika Serikat. Pada perkembangannya, penyakit ini dapat berpindah ke manusia
terutama menyerang mereka yang kontak dekat dengan babi. Lama tidak terdengar
lagi kabarnya ternyata virus ini mengalami serangkaian mutasi sehingga muncul
varian baru yang pertama kali menyerang manusia di Meksiko pada awal tahun
2009. Varian baru ini dikenal dengan nama virus H1N1 yang
merupakan singkatan dari dua antigen utama virus yaitu hemagglutinin tipe 1 dan
neuraminidase tipe 1
B.
Penyebab
Flu babi, adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus
influenza A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi,
dan ada kemungkinan penularan antar manusia. Secara umum penyakit ini mirip
dengan influenza, gejala klinisnya sama. Wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi
namun jarang menjadi fatal, Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan
musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Ada banyak jenis flu babi
dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah. Flu babi
biasanya tidak menjalar pada manusia, meski kasus sporadis juga terjadi dan biasanya
pada orang yang berhubungan dengan babi. Catatan mengenai kasus penularan dari
manusia ke manusia juga sangat jarang. Penularan manusia pada manusia flu babi
diperkirakan menyebar seperti flu musiman - melalui batuk dan bersin.
C. Penularan
Penularan virus Flu Babi dapat
melalui kontak langsung, melalui udara atau melalui batuk dan bersin. Faktor
cuaca dan stres juga akan mempercepat penularan hewan terinfeksi ke dalam
populasi hewan yang sehat. Atau melalui peralatan kandang yang tercemar virus.
Virus flu babi bisa terbawa melalui alas kaki (sepatu, sandal), baju, kendaraan
dll. Penularan flu babi ke manusia jarang dan umumnya terjadi hanya pada
orang-orang yang dalam kesehariannya sering kontak dengan babi yang terinfeksi
atau kontak dengan benda-benda yaang telah terkontaminasi.
D. Tanda
dan Gejala
Gejala
yang timbul pada Babi dengan kasus swine flu adalah:
a) Demam tinggi ≥38°c.
b) lesu/malas
c) keluar cairan dari hidung dan mata
d) gangguan pernafasan
e) mata merah
f) menurunnya nafsu makan
g) muntah berlendir (bila sudah akut)
sedangkan gejala yang timbul pada
manusia bila terinfeksi flu babi pada umumnya mirip dengan gejala influenza
seperti:
a) demam
b) batuk
c) pilek
d) letih
e) sakit
kepala
f) mual,
muntah dan diare
g) pusing
h) menggigil
i)
radang
tenggorokan
j)
kelelahan
dan mudah mengantuk
k) kesulitan
untuk bernafas dan memerlukan alat bantu nafas (ventilator)
l)
radang paru paru atau pneumonia
m) Beberapa
diantaranya dapat mengalami gejala kejang kejang
E. Pencegahan
Virus
influenza biasanya menyebar di antara manusia melalui saluran pernafasan seperti
lewat batuk atau bersin dan ketika orang menyentuh bahan-bahan yang telah
terkontaminasi oleh virus, kemudian menyentuh hidung atau mulut mereka sendiri.
Virus flu babi tidak dapat menyebar oleh bahan makanan yang terbuat dari daging
babi dan produk turunannya, karena virus tidak dapat ditularkan melalui
makanan. Virus flu babi pada manusia dapat menular selama lima hari pertama
dari kemunculan gejala awalnya, meskipun pada beberapa orang, dan sebagian
besar pada anak-anak, virus flu babi dapat tetap menular hingga sepuluh hari
pertama. Diagnosis dapat dilakukan dengan mengirimkan sampel yang dikumpulkan
selama lima hari pertama untuk kemudian dilakukan analisa. Beberapa rekomendasi
untuk mencegah penyebaran virus flu babi di antara manusia termasuk menggunakan
standar kontrol yang ketat terhadap infeksi virus influenza. Ini termasuk
sering mencuci tangan dengan sabun dan air atau dengan cairan desinfektan dan
alkohol sanitizers, terutama setelah pulang dari area publik. Kemungkinan
penularan juga dapat ditekan dengan membubuhkan disinfektan pada lingkungan
rumah dan alat-alat rumah tangga. Meskipun saat ini vaksin influenza biasa
mungkin belum mampu untuk memberikan perlindungan terhadap jenis virus H1N1
baru, para peneliti dan ahli kesehatan sedang mengembangkan jenis vaksin baru
untuk menangkal penyebaran virus flu babi ini, dan rencananya akan siap pada
awal Juni 2009. Ahli kesehatan setuju
bahwa mencuci tangan secara rutin dapat membantu untuk mencegah infeksi virus,
termasuk virus flu babi. Virus influenza dapat menyebar dari batuk atau bersin.
Belakangan bahkan ditemukan bukti bahwa tetesan kecil yang berisi virus dapat
tetap hidup pada meja, kursi, gagang telepon peralatan kantor dan benda lainnya
dan akan ditransfer melalui jari ke mulut, hidung atau mata. Untuk pencegahan
awal, gel berbasis alkohol atau busa sabun pencuci tangan mampu bekerja dengan
baik untuk menghancurkan virus dan bakteri.
Siapa saja yang mengalami gejala flu seperti demam mendadak, batuk atau
nyeri otot harus tinggal jauh dari tempat kerja atau transportasi umum dan
harus menghubungi dokter untuk meminta saran dan diagnosa lengkap. Menjaga
jarak dan kontak langsung dengan orang lain atau social distancing, juga mampu
memutuskan mata rantai penyebaran virus flu babi. Hal ini berarti tinggal jauh
dari orang lain yang mungkin telah lebih dulu terinfeksi virus flu babi
sebaiknya dilakukan dengan segera. Pusat Kesehatan masyarakat dan pihak
berwenang lainnya yang bertanggung jawab bisa memerintahkan atau memberi saran
tindakan social distancing, namun hal ini tergantung pula dari tingkat
keparahan dari penularan virus flu babi. Cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus flu babi pada prinsipnya
sama dengan cara mencegah penularan virus influenza yang lain yaitu vaksinasi.
Sayangnya vaksin untuk flu babi sampai saat ini belum ditemukan. Cara lain
untuk mencegah penularan virus ini adalah dengan meminimalisir kontak dengan
virus seperti mencuci tangan sesering mungkin, jangan menyentuh wajah anda
terutama hidung dan mulut serta menghindari kontak dekat dengan orang yang
sedang menderita flu. Pencegahan penularan juga bisa dilakukan oleh mereka yang
telah terinfeksi dengan cara : menghindari keramaian dan selalu tinggal di
rumah. Jangan bekerja dan bersekolah dahulu sampai keadaan membaik. Hindari
bersin, batuk dan berbicara terlalu dekat dengan orang lain.
Adapun Pencegahan
yang dapat dilakukan pemerintah (Oleh Dirjen Pengendalian Penyakit
dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Tjandra Yoga Aditama) adalah :
a) Mengumpulkan
data dan kajian ilmiah tentang penyakit ini dari berbagai sumber
b) Berkoordinasi
dengan WHO untuk memantau perkembangan
c) Membuat
surat edaran kewaspadaan dini
d) Melakukan rapat koordinasi dengan para kepala
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan
kewaspadaan
e) Berkoordinasi
dengan Badan Litbangkes untuk kemungkinan pemeriksaan specimen
f) Berkoordinasi
dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan
langkah-langkah tindakan penanggulangan.
Pencegahan
dari diri sendiri:
a) Tutupi
hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin. Kemudian buang
tisu itu ke kotak sampah.
b) Sering-seringlah
mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun, terutama setelah Anda batuk
atau bersin. Pembersih tangan berbasis alkohol juga efektif digunakan
c) Jangan
menyentuh mulut dan hidung Anda dengan tangan
d) Hindari
kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu. Sebab influenza umumnya
menyebar lewat orang ke orang melalui batuk atau bersin penderita
e) Jika
Anda sakit flu, Anda sebaiknya tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat
di rumah.
F. Pengobatan
Jika
seseorang mengalami gejala dan rasa sakit yang mirip dan patut diduga
terinfeksi oleh virus flu babi, obat antivirus yang tersedia di apotik dapat
meringankan gejala penyakit ini dan membuat pasien merasa lebih baik. Obat
antivirus juga dapat mencegah munculnya beberapa komplikasi serius pada
penderita. Untuk pengobatan, obat antivirus sebaiknya dikonsumsi sesegera
mungkin (maksimum dalam waktu 2 hari setelah gejala awal muncul). Disamping
konsumsi obat antivirus, tindakan perawatan yang bisa meringankan gejala yang
muncul, baik di rumah atau di rumah sakit, sebaiknya berfokus pada pengendalian
terhadap demam yang dialami dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Pusat pengendalian
dan pencegahan penyakit CDC merekomendasikan penggunaan Tamiflu (oseltamivir)
atau Relenza (zanamivir) untuk pengobatan dan / atau pencegahan infeksi virus
flu babi, walaupun sebenarnya sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini
dapat membuat pemulihan penuh tanpa memerlukan perhatian medis atau obat
antivirus. Penggunaan obat ini
tidak boleh sembarangan karena ditakutkan akan terjadi resistensi virus
terhadap kedua obat tersebut. Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk gejala
flu yang telah muncul lebih dari 48 jam. Pada keadaan yang berat, pasien
mungkin membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut di rumah sakit.
Sekilas pembahasan tentang dua jenis obat antivirus
diatas:
Menurut
CDC dan WHO website baik dan Ralenza Tamiflu (Oseltamivir dan zanamivir) dapat
mengobati Flu babi A/1H1N ketegangan. Kedua obat saat ini direkomendasikan
sebagai pilihan pengobatan yang efektif. Apa yang saat ini tidak ada adalah
vaksin untuk Wabah Flu A/1H1N ketegangan. Virus Flu A/1H1N babi adalah pernah
super flu yang terdiri dari 3 dikenal strain flu babi, 3 dikenal strain flu
burung dan virus flu manusia. Kombinasi ini membuat A/1H1N strain Flu babi yang
tidak biasa, tetapi sejauh tapi masih bisa diobati, strain flu. Meskipun tidak
ada vaksin yang memerangi strain ini, sendiri atau dalam kombinasi anti-virus
Tamiflu dan obat Ralenza (Oseltamivir dan zanamivir) diharapkan akan sepenuhnya
efektif bila diberikan dengan cepat dan benar. Jika Anda mencurigai anda atau
seseorang anda tahu mungkin menderita dari hibrida baru ini strain Flu babi
mencari pengobatan segera. Semakin cepat Anda diberikan Tamiflu atau Ralenza,
semakin baik kesempatan Anda untuk membuat pemulihan penuh. Semua theknown
Amerika Serikat dan Kanada kasus dari Flu babi A/1H1N sedang diobati dengan
baik atau Ralenza Tamiflu (Oseltamivir atau zanamivir) dan terlalu dini untuk
menyatakan mereka tidak efektif. Lebih akan dikenal sebagai orang-orang yang
sedang menderita penyakit di Kanada dan Amerika Serikat mulai pulih.
Bagaimana dan Ralenza Tamiflu
(Oseltamivir dan zanamivir) bekerja?
Baik
Ralenza Tamiflu dan dirancang untuk memerangi manusia strain influenza A dan B
virus. Mereka memerangi flu dengan menghambat cara virus menyebar di dalam
tubuh. Tamiflu diberikan secara lisan dan dikelola melalui Ralenza obat
semprot. Baik Ralenza Tamiflu dan disetujui untuk digunakan pada orang dewasa
dan anak-anak yang berusia di atas 7. Penting untuk dicatat bahwa efek samping
obat ini dapat mirip dengan gejala Flu babi dan ini mungkin harus disalahkan
atas laporan anekdotal bahwa obat perawatan sudah tidak efektif. CDC tidak
memiliki vaksin untuk A/H1N1 Flu babi tetapi menyatakan keyakinan dalam kedua
Tamiflu dan Ralenza.
·
Ralenza bertindak untuk mengikat virus
ke sel inang menghentikannya dari menyebar ke sel lain dengan melampirkan ke
protein neuraminidase virus itu sendiri. Ini efektif dasar virus ke sel inang
render itu tidak mampu menyebar. Ralenza diberikan melalui inhaler jenis
disebut “diskhaler” Baca petunjuk langkah demi langkah tentang cara menggunakan
Ralenza Diskhaler. Zanamivir adalah inhibitor neuraminidase komersial pertama
dikembangkan. Saat ini dipasarkan oleh GlaxoSmithKline di bawah nama dagang
Relenza. Relenza adalah satu-satunya jenis zanamivir. Baik Influenza A dan B
menyebabkan penyakit, namun Influenza A adalah lebih mematikan ketegangan.
Influenza A adalah bertanggung jawab untuk kedua Common ‘flu musiman’ dan
terkenal Pandemi influenza seperti flu Spanyol (1918), sedangkan virus
influenza B tidak menyebabkan pandemik. Antara tahun 1990 hingga 2000, sembilan
signifikan wabah influenza A menyebabkan banyak kematian di Inggris dan Wales,
dibandingkan dengan hanya empat wabah influenza B.
·
Untuk menjadi Tamiflu paling efektif
harus diberikan dalam waktu 48 jam pertama infeksi. Efektivitas Tamiflu sangat
berkurang setelah titik ini dan semakin lama orang pergi tanpa perawatan yang
kurang efektif menjadi obat. Tamiflu ini hanya tersedia dengan resep atau dari
rumah sakit. Tamiflu (Oseltamivir) diberikan secara lisan baik sebagai pil atau
sirup rasa buah. Obat telah berhasil dalam mengobati Flu Burung strain agresif
di masa lalu dan saat ini diyakini menjadi pilihan dalam mengobati Flu babi
A/H1N1 ketegangan. Selama uji klinis di Vietnam Tamiflu ditemukan untuk menjadi
agak efektif dan hasilnya dianggap mengecewakan. Ini mungkin di mana rumor
bahwa Tamiflu (Oseltamivir) adalah tidak efektif terhadap Flu babi baru hibrida
berakar. Dalam uji klinis Vietnam Tamiflu ini dikelola terlambat setelah
terinfeksi, dalam banyak kasus setelah periode 48 jam berlalu, dan ini diyakini
sebagai alasan untuk lebih rendah dari tingkat keberhasilan yang diantisipasi. Vietnam
hasil uji coba klinis hanya menggarisbawahi pentingnya pengobatan awal dengan
Tamiflu. Dengan menyatakan A/H1N1 Flu babi pandemi CDC profesional medis
diperbolehkan untuk memulai pengobatan ketika seorang pasien yang diduga
menderita penyakit sehingga menghilangkan keharusan untuk menguji dan
memverifikasi sebelum pengobatan. Oseltamivir diindikasikan untuk pengobatan
dan pencegahan infeksi akibat influenza A dan B virus pada orang setidaknya
berusia satu tahun. Dosis dewasa yang biasa untuk pengobatan influenza adalah
75 mg dua kali sehari selama 5 hari, dimulai dalam waktu 2 hari munculnya
gejala dan dengan penurunan dosis untuk anak-anak dan pasien dengan gangguan
ginjal. Oseltamivir dapat diberikan sebagai tindakan pencegahan baik selama
wabah komunitas atau mengikuti kontak dekat dengan individu yang terinfeksi.
Profilaksis dosis standar adalah 75 mg sekali sehari untuk pasien yang berusia
13 dan lebih tua, yang telah terbukti aman dan efektif selama enam minggu.
Pentingnya perawatan dini adalah bahwa inhibisi protein NA lebih efektif dalam
48 jam pertama. Jika virus telah direplikasi dan terinfeksi banyak sel
efektivitas obat ini akan menjadi sangat berkurang, terutama dari waktu ke
waktu.
G. Penanganan terhadap penderita
a) Bila
timbul gejala segera berikan obat antivirus
b) Penderita
dianjurkan tetap tinggal di rumah, menghindari berpergian ke pusat-pusat Ini
akan mencegah menjangkiti orang lain (di isolasi)
c) Penderita
sebaiknya menutup mulut dan hidung dengan tisu/saputangan ketika berbicara,
batuk, dan bersin. Ini akan mencegah
orang-orang di sekitar menjadi sakit
d) Penderita
tidak boleh menyentuh mata, mulut dan hidung
orang lain untuk menghindari virus menyebar
e) penerapan
vaksin yang disiapkan sesuai dengan jenis virus yang beredar
f) penderita
harus menghindari debu, asap bergerak dan zat lainnya yang dapat mengganggu
pernafasan
g) penderita
sebaiknya menggunakan cubrebocas dan
membuang tisu hasil bersin ke tempat sampah
h) Bila
gejala tetap Nampak setelah 7 hari pertama maka sebaiknya penderita menjalani
perawatan intensif di rumah sakit
Komentar
Posting Komentar