Fase perkembangan remaja



FASE PERKEMBANGAN REMAJA












































































KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas hikmah dan akal budi-Nya penulis dapat menyelesaikan sekaligus menyajikan makalah ini.
           Sebagaimana pengetahuan kami yang masih begitu terbatas, maka sudah dengan sendirinya makalah yang ditulis ini masih jauh dari pada kesempurnaan. Namun dibalik itu semua, kami mempunyai keyakinan, bahwa bagaimanapun kecilnya, kiranya makalah ini akan memberikan nilai tambah bagi pembaca.
 Kepada semua pihak yang telah memberi dukungannya baik secara langsung maupun tidak langsung dan teman – teman yang mendukung dan memberikan saran dalam penulisan makalah ini, kami sampaikan limpah terima kasih.
 Selanjutnya, segala tegur sapa yang bersifat korektif akan kami terima dengan senang hati.
Makassar, Desember 2012

penulis            








DAFTAR ISI

Judul
KATA PENGANTAR
Daftar isi
BAB 1 PENDAHULUAN
Latar belakang
            Tujuan
            Rumusan masalah
BAB II PEMBAHASAN
            Definisi perkembangan
            Definisi remaja
            Hukum-hukum perkembangan
            Fase-fase perkembangan remaja
            Karakteristik perkembangan
            Tugas perkembangan Remaja
BAB III PENUTUP
            Kesimpulan
            Saran
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan yang menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa, sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner(1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
Perkembangan berlangsung secara berurutan, terus menerus, tetap, berlaku secara umum dalam suatu tempo dan irama perkembangan tertentu. Cepat lambatnya waktu perkembangan sesuai dengan irama masing-masing individu. Setiap aspek perkembangan memiliki tempo dan irama perkembangan masing-masing.
Remaja dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Adolescence yang berarti periode perkembangan fisik dan psikologi seseorang dari masa pubertas sampai kepada tahap pertumbuhan yang maksimal dan kematangan organ-organ tubuh.  Atau secara etimologi, remaja dapat di defenisikan sebagai periode perkembangan seseorang mulai dari puncak pubertas sampai kepada status dewasa. Kondisi ini biasanya dimulai antara umur 11 atau 13 tahun sampai umur 18 atau 20 tahun. 
Sebagai individu, setiap orang mengalami perkembangan dan pertumbuhan pada dirinya masing-masing. Perkembangan dan pertumbuhan merupakan hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami selaku calon perawat.

B.     TUJUAN
Tujuan dari karya tulis ini antara lain:
1.      Tujuan umum
·         Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang konsep perkembangan remaja
2.      Tujuan khusus
·         Guna memenuhi tugas mata kuliah ilmu dasar keperawatan 2 selaku mahasiswa pada STIKES Nani Hasanuddin Makassar  
C.    RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam karya tulis ini antara lain:
  1. Bagaimanakah konsep perkembangan?
  2. Apa saja hukum perkembangan?
  3. Bagaimana fase perkembangan pada remaja?
  4. Karakteristik perkembangan
  5. Tugas perkembangan















BAB II
PEMBAHASAN
1.      Definisi perkembangan
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan yang menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa, sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner(1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
Tumbuh kembang merupakan proses kontinu sejak dari konsepsi sampai maturasi atau dewasa yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Anak merupakan individu yang unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda, maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangan juga berbeda.
2.      Definisi remaja
Remaja dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Adolescence yang berarti periode perkembangan fisik dan psikologi seseorang dari masa pubertas sampai kepada tahap pertumbuhan yang maksimal dan kematangan organ-organ tubuh. 
Atau secara etimologi, remaja dapat di defenisikan sebagai periode perkembangan seseorang mulai dari puncak pubertas sampai kepada status dewasa. Kondisi ini biasanya dimulai antara umur 11 atau 13 tahun sampai umur 18 atau 20 tahun.  Selama periode ini seseorang akan mengalami perkembangan fisik yang cepat, psikologi, emosional dan perubahan kepribadian
Beberapa refrensi juga menguraikan bahwa remaja merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan tahap transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa. Remaja juga sering di istilahkan dengan masa/usia muda atau masa pubertas, akan tetapi kedua istilah tersebut sangat jauh berbeda, dimana pubertas mengacu pada perubahan hormonal sedangkan masa/usia muda bisa diartikan secara luas bahkan melewati masa remaja itu sendiri.
Tidak ada satupun defenisi ilmiah tentang batasan umur remaja, karena masing-masing orang memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda, tergantung genetic, asupan makanan dan kondisi lingkungan. Akan tetapi banyak peneliti dan ahli tumbuh kembang di Amerika menggunakan rentang usia 10-24 tahun sebagai rentang usia remaja
Selanjutnya the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry membuat pengelompokan remaja menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :
1.      Remaja awal, dengan rentang usia antara 11-13 tahun
2.      Remaja pertengahan, dengan rentang usia antara 14-18 tahun
3.      Remaja akhir, dengan rentang usia antara 19-24 tahun
Setiap tahapan usia di atas memiliki karakteristik masing-masing, mulai dari perkembangan fisik, kogitif dan social-emosional. Uraian tentang karakteristik tersebut akan kami uraian pada tulisan berikutnya.

Menurut sebagian ahli psikologi masa remaja  terdiri  atas sub-sub   
      masa perkembangan sebagai berikut:
      -  Sub perkembangan prepuber selama kurang lebih dua tahun sebelum masa puber.
      -  Sub perkembangan puber selama dua setengah sampai tigasetengah tahun.
      -  Sub perkembangan post-puber, yakni saat perkembangan biologis sudah lambat tapi masih    berlangsung pada bagian organ tertentu. Saat ini merupakan akhir masa puber yang mulai   
         menampakkan tanda-tanda kedewasaan. 

3.      Hukum-hukum perkembangan
1.      Perkembangan terjadi dari umum ke khusus
Pada setiap aspek pertumbuhan dan perkembangan dimulai dari hal-hal yang bersifat umum, kemudian sedikit demi sedikit menuju ke hal yang bersifat khusus. Seperti pada proses differensiasi, perkembangan dimulai dari hal-hal umum ke hal yang khusus.
2.      Perkembangan berlangsung sesuai dengan tahap perkembangan
Pada umumnya para ahli membagi tahap-tahap perkembangan manusia sebagai berikut :
  1. Masa pra-lahir
  2. Masa bayi (0-2 tahun)
  3. Masa kanak-kanak (3-5 tahun)
  4. Masa sekolah (6-12 tahun)
  5. Masa remaja (13-24 tahun)
  • Masa awal remaja (13-15 tahun)
  • Masa remaja (16-20 tahun)
  • Masa akhir remaja (21-24)
6.      Masa dewasa (25-60 tahun)
    1. Masa awal dewasa (25-30 tahun)
    2. Masa dewasa (31-45)
    3. Masa akhir dewasa (46-60 tahun)
    4. Masa tua (61 tahun ke atas)
    5. Masa lansia (71 tahun ke atas)
3.       Hukum tempo dan irama perkembangan
Perkembangan berlangsung secara berurutan, terus menerus, tetap, berlaku secara umum dalam suatu tempo dan irama perkembangan tertentu. Cepat lambatnya waktu perkembangan sesuai dengan irama masing-masing individu. Setiap aspek perkembangan memiliki tempo dan irama perkembangan masing-masing.

4.      Fase-fase perkembangan remaja
1.      Remaja awal (11-13 tahun)
Perkembangan fisik
Beberapa perkembangan fisik yang terjadi pada periode ini adalah pertumbuhan rambut pada beberapa area tubuh, meningkatnya produksi dan pengeluaran keringat serta minyak pada rambut dan kulit, kejadian ini biasa juga disebut dengan istilah tanda-tanda pubertas pada seseorang.
Pada remaja perempuan, payudara mulai mengalami pembesaran serta mulai mengalami menstruasi, sedangkan pada remaja laki-laki, alat kelamin mulai mengalami pertumbuhan, mimpi basah serta perubahan suara. Periode ini juga merupakan periode dimana berat badan dan tinggi badan mengalami perkembangan yang luar biasa.
Perkembangan Kognitif
Pada tahapan ini, kemampuan berfikir mulai tumbuh dan pada umumnya sudah mulai berfikir tentang masa depan meskipun dalam taraf terbatas dan aspek moral selalu menjadi perhatian.
Perkembangan Sosial-Emosional
Remaja pada tahapan ini mulai berusaha menunjukkan identitas dirinya,  muncul perasaan canggung  saat bertemu dengan seseorang, konflik dengan orang tua meningkat, pengaruh teman sebaya sangat besar, memiliki perasaan bebas dan tidak mau diatur, memiliki kecenderungan berperilaku kekanak-kanakan khususnya jika mereka mengalami stress, sifat moodi meningkat, ketertarikan kepada lawan jenis juga meningkat.
2.      Remaja pertengahan (14-18 tahun)
Perkembangan fisik
Pertumbuhan pubertas pada tahapan ini sudah sempurna, disisi lain pertumbuhan fisik pada perempuan mulai melambat akan tetapi pada remaja laki-laki terus berlanjut.
Perkembangan Kognitif
Kemampuan berfikir terus meningkat, sudah mulai mampu menetapkan sebuah tujuan, tertarik pada hal-hal yang lebih rasional dan mulai berfikir tentang makna sebuah kehidupan
Perkembangan Sosial-Emosional
Pada periode ini, remaja mulai melibatkan diri secara intens dalam sebuah kegiatan yang ia senangi, mengalami perubahan dari harapan yang tinggi tetapi dengan konsep diri yang kurang. Body Image terus berlanjut, kecenderungan untuk jauh dari orang tua semakin meningkat dan semakin ingin bebas dari orang tua, pengaruh teman sebaya juga masih sangat kuat, issu popularitas bisa mejadi sangat penting dalam periode ini, perasaan cinta dan gairah pada lawan jenis semakin meningkat.
3.      Remaja akhir (19-24 tahun)
Perkembangan fisik
Pertumbuhan fisik pada remaja putri biasanya sudah mencapai pada puncaknya atau sudah sempurna, sedangkan pada remaja putra, masih terus berlanjut khususnya pada peningkatan berat, tinggi, massa otot dan rambut pada tubuh.
Perkembangan Kognitif
Mereka sudah mulai memiliki kemampuan untuk memikirkan sebuah ide mulai dari awal sampai akhir, kemampuan untuk menunda kepuasan atau kegembiraan, mulai peduli pada masa depan dan berpikir rasional.
Perkembangan Sosial-Emosional
Identitas diri semakin kuat, termasuk identitas seksual, stabilitas emosi dan kepedulian terhadap orang lain semakin meningkat, semakin mandiri, hubungan antar teman sebaya tetap menjadi issu yang penting dan hubungan dengan lawan jenis semakin serius.

5.      Karakterisitik Perkembangan Individu
perkembangan yang terjadi pada setiap individu memiliki karakteristik masing-masing, baik yang dapat diamati secara langsung maupun tidak.
  1. Terjadinya perubahan psikis seperti berbicara dan berfikir.
2.      Terjadinya perubahan dalam proporsi seperti perubahan imajinasi dari fantasi ke realistis.
3.      Lenyapnya tanda-tanda yang lama misalnya lenyapnya masa mengoceh, perilaku impulsif.
4.      Diperolehnya tanda-tanda baru  seperti berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berkaitan dengan sex, ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral dan keyakinan beragama.
5.      Terjadi secara continue
6.      Terdapat masa percepatan dan perlambatan

6.      Alur dan tugas perkembangan individu
Menurut Havighurst, tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu, dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan tersebut menurut Havighurst adalah: Kematangan pisik, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai dan aspirasi individu.
Robert J. Havighurst (1961) mengartikan tugas-tugas perkembangan itu merupakan suatu hal yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu yang apabila berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan ke tugas perkembangan selanjutnya tapi jika gagal akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada individu yang bersangkutan dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya.
Hurlock (1981) menyebut tugas-tugas perkembangan ini sebagai social expectations yang artinya setiap kelompok budaya mengharapkan anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku yang disetujui oleh berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.
Tugas perkembangan Remaja (adolescence)
Pada masa remaja terdapat masa remaja awal dan masa remaja lanjut. Pada masa remaja awal biasanya terjadi pada umur 13/14 tahun sampai 17 tahun .Dalam fase ini perubahan-perubahan fisik terjadi sangat pesat dan mencapai puncaknya.  Pada masa ini seseorang juga lebih dapat mengendalikan emosinya. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara.. Pada masa ini mempunyai tugas perkembangan seperti mengembangkan kemapuan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga negara yang baik, memupuk dan memperoleh perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan secara sosial, serta memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman berperilaku.









BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
        perkembangan lebih bersifat kualitatif, menuju kearah kematangan atau pendewasaan (maturation).  perkembangan yang terjadi pada setiap individu memiliki karakteristik masing-masing. Selain itu dipengaruhi pula oleh faktor-faktor internal (turunan, hormon) dan eksternal (media masa, tingkat sosioekonomi, dll). Penting bagi kita untuk memahami tentang tumbuh kembang individu agar dapat mengembangkan secara maksimal potensi yang dimiliki oleh setiap individu tersebut.
B.     SARAN
Mengingat pentingnya dalam memahami tentang  perkembangan remaja, penulis menyarankan agar dilakukan kajian dan pemahaman lebih lanjut tentang perkembangan remaja. Harapannya, dapat bermanfaat bagi banyak pihak.













DAFTAR PUSTAKA

Sunarto, Agung Harsono. 2002. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Yusuf, Syamsu. 2005. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: Rosda Karya
http://google.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEPEMIMPINAN POPULISTIS

teori pendekatan sosial dalam bidang kesehatan

kampus menurutku??