Teruntuk kakak, dia yang menjadi satu-satunya orang di muka bumi ini yang berasal dari rahim yang sama denganku



Teruntuk kakak’ku, dia yang menjadi satu-satunya orang di muka bumi ini yang berasal dari rahim yang sama denganku

Kadang aku memimpikan berada pada kehidupan dimana aku di kelilingi oleh beberapa orang yang memiliki DNA yang sama persis denganku, namun ketika terbangun aku bersyukur karena ada dirimu yang Tuhan ciptakan untukku, the one and only. Kita menghabiskan masa kecil paling indah yang pernah terbayangkan, bercanda bersama, bertumbuh bersama, berbagi impian bersama bahkan sampai terpisah karena mengejar mimpi tersebut dan kini setelah sekian tahun berlalu, ku dapati diriku yang tak pernah berhenti mengidolakanmu dan kedua orangtua kita. Ya, kamu yang menginspirasi, kamu yang memotivasi, kamu yang menjadi panutan dan kamu yang menjadi harapan di kala usia Ayah dan Ibu (yang begitu hebat) memasuki masa senja.
Luangkan waktumu untuk membaca sebait harapan dariku,,
1.      Aku adalah orang yang ingin hidup untuk melihatmu sukses
Salain Ayah Ibu, aku adik kecilmu adalah mereka yang terlampau berharap kamu mengecap kesuksesan tiada banding di masa depan. Mungkin terdengar sangat muluk dan ambisius untukmu karena berat bagimu menjalaninya, namun tak bisakah kamu mewujudkannya untuk kami? Terlahir sebagai anak sulung dan putra tunggal, sadarkah kamu bahwa kamu telah menjelma menjadi super hero kebanggaanku yang akan menggantikan Ayah kelak? Aku ingin engkau menjadi orang yang dengan kesuksesannya mampu memotivasi orang lain, aku ingin engkau menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat, aku ingin engkau menjadi tempatku berlindung ketika aku di hantam kekejaman dunia. Pada akhirnya aku benar-benar hanya ingin melihatmu sukses sembari berharap agar Tuhan menghendakiku untuk menjadi sepertimu juga.

2.      Darimu aku belajar bermimpi, maukah kau membantuku mewujudkan mimpi itu?
Ketika kecil dulu, aku adalah tempatmu berbagi cerita tentang mimpi-mimpimu. Kadang aku tertawa mendengarnya, ya karena dalam kepolosanku itu terdengar begitu mustahil. kita yang hidup dengan kondisi yang begitu sederhana sama-sama mengidolakan mereka yang memilik foto “bertoga” menghabiskan semalam suntuk untuk terus bercerita tentang betapa hebatnya mereka. Lalu kemudian disuatu waktu kamu berjanji padaku akan memiliki foto yang sama persis seperti itu, aku mengamininya dalam hati lalu menunggu. Dan hari ini, janji itu kau tepati congratss beloved brotha. Menjadi satu-satunya adikmu, aku tau betul bagaimana sulitnya kamu meraih itu baik dari segi materi, fisik maupun psikis. Semangat dari Ayah yang tak pernah berhenti berjuang dan selalu memberi harapan menularkan fighting spirit yang begitu luar biasa untukmu, doa dari ibu yang selalu mengiringi langkahmu membuatmu mampu menapaki tangga pertama kesuksesan. Ya, tangga pertama. Karena aku percaya bahwa ini baru awal dari semua mimpi besarmu kala itu. Lalu aku? Aku disini yang baru memulai akan terus malakukan yang terbaik dan akan ku buktikan kepadamu bahwa aku menyimak dengan baik semua nasihatmu tentang sebuah “mimpi”. Maukah kau membantuku? Karena aku akan selalu mendukungmu kakak.

3.      Inginku kau adalah orang yang akan bersama denganku membahagiakan Ayah dan Ibu
Seperti kebanyakan anak diluar sana, kita juga selalu memiliki keinginan untuk membahagiakan ayah dan ibu dengan cara yang terbaik. Kita yang sama-sama berbagi rahasia tentang betapa sulitnya ayah dan ibu menyekolahkan kita, tentang bagaimana pusingnya mendidik dan mengarahkan kita, tentang mereka di usia yang sudah tak muda lagi berjuang tak kenal lelah demi masa depan kita. Kita yang sama-sama tahu bahwa setiap tetes air mata dan keringat mereka adalah hal yang harus kita amini dengan kesuksesan. Tanggung jawab itulah yang ingin ku bagi denganmu, kita berdua memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjadi sukses dan membanggakan mereka. Jika mereka menghabiskan hidup mereka untuk menjamin kesuksesan kita di masa depan, maka kau dan aku harus menjadi orang yang hidup untuk menjamin kebahagiaan dihari tua mereka. Ikrarkan itu dalam hatimu kakak, dengan begitu aku bisa menjalani hidup ini dengan tenang.

4.      Sabarlah dulu, aku akan selalu mendoakanmu agar disandingkan dengan dia yang Terbaik
Dari sekian banyak hal, satu yang tak bisa ku pungkiri adalah kamu pun manusia biasa. Kamu adalah seorang anak manusia yang pernah begitu galau karena cinta, kamu adalah pria dewasa yang pernah sakit hati karena wanita bahkan mimpimu pun pernah luluh lanta karena kecewa. Beberapa wanita pernah singgah di hidupmu, dan hal yang paling aku takutkan adalah bagaimana jika letupan emosi karena cinta yang begitu menggebu membuatmu memilih untuk lebih dulu membahagiakan wanitamu daripada ayah dan ibu? Bagaimana jika kemudian kau disakiti lalu pergi meninggalkan rangkaian proses menggapai mimpi untuk memuaskan hasrat kecewamu? Bagaimana jika kegalauanmu membuatmu tak bisa menguasai diri, tak mampu mengambil keputusan dan berjalan diarah yang tidak dikehendaki oleh Tuhan? Dan akhirnya semua ketakutanku ini hanya bisa kusampaikan kepadamu dengan kalimat “sabarlah dulu, aku akan selalu mendoakanmu agar mendapat wanita yang terbaik dan diberkati Tuhan. Dan sekiranya wanita itupun dapat menjadi menantu yang baik untuk ayah ibu serta bisa menjadi panutan untukku juga”. Percayalah, ketika kamu menjadi orang yang sukses maka Tuhan pun akan memantaskan jodohmu.

5.      Pada akhirnya, terima kasih untukmu yang tetap positive ditengah semrawutnya dunia
Terima kasih tetap menjadi kakakku yang aku kenal, terima kasih telah bertanggung jawab dengan pendidikanmu, terima kasih untuk tetap berjuang menjadi orang yang lebih baik, dan terima kasih untuk pengendalian dirimu yang begitu luar biasa. Harapanku tertumpu pada bahumu, pergilah dan kembalilah dengan selamat, pergilah dan kembalilah dengan ilmu yang diberkatiNYA. Percayalah, Tuhan merencanakan masa depan yang baik untukmu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEPEMIMPINAN POPULISTIS

teori pendekatan sosial dalam bidang kesehatan

kampus menurutku??