SURAT TERBUKA UNTUK KAMU YANG PERNAH MEMBUATKU BODOH KARENA CINTA
SURAT TERBUKA UNTUK KAMU YANG
PERNAH MEMBUATKU BODOH KARENA CINTA
Rasa
hormat dan penghargaan yang tinggi pada diri sendiri adalah hal positif yang
patut aku banggakan, kebanyakan orang mungkin akan kehilangan akal dan
pemikiran yang sehat ketika lagi jatuh cinta, why? Mungkin karena mereka
terlalu mementingkan luapan emosi yang tentu saja akan membawa mereka sampai
pada kepuasan hasrat diri tentang pengakuan dan rasa dicintai yang yahh tak
dapat dipungkiri sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Ada satu quote
yang menurutku harus mereka baca “ ketika kamu jatuh cinta mungkin kamu akan
kehilangan 90% logikamu, tapi ingatlah kamu harus benar-benar mampu membedakan yang
mana cinta beneren dan mana yang hanya sekedar kagum” .
Aku
pernah mengalami hal serupa, di usia awal 20-an rasanya wajar ketika aku di
buat bingung oleh perasaan menggebu-gebu untuk di akui, untuk mendapat sosok
yang bisa dijadikan teman berbagi dan pada akhirnya dalam kebodohan aku
membiarkan diriku dikendalikan oleh emosi tak berujung tentang cinta. Aku terus
saja memberi toleransi pada setiap sikap bodoh yang terus terang saja it’s not
me, aku terus saja memaklumi setiap sikap tak beralasan yang sepertinya akan
membuat orang lain menggelengkan kepala, aku selalu saja menerima setiap bentuk
ingkar dari dirinya yang jelas-jelas tak pernah aku lakukan sebelumnya. Ya, aku
melakukan semua kebodohan itu untuk waktu yang lama!!
Aku
selau punya pembelaan bahwa yang aku lakukan adalah apa yang dikatakan hati dan
perasaanqu, setelah sebelumnya aku dengan tegas berkoar-koar bahwa aku adalah
wanita tegas ambisius yang menjujung tinggi logika. Mungkin atas dasar inilah
banyak orang mengatakan bahwa cinta itu buta, namun kali ini aku akan berbagi
hal baik tentang pelajaran dari setiap kebodohan yang pernah aku lakukan
1.
Kamu
dengan gelar pujanggamu membuatku sadar ungkapan cinta tak sebatas rangkaian
kata indah seorang pengecut
Setiap
hari kamu membanjiri mesagge’ku dengan puisi indah dan pujian tak berujung yang
sukses membuatku senyum senyam sendiri lalu dengan segera melupakan bahwa
kemarin kamu baru saja mengingkari janjimu tanpa kabar dan penjelasan apa-apa,
bukankah ketika kita mencintai seseorang maka kita tak seharusnya membuatnya
menunggu dan selalu menjadikannya sebagai prioritas? Yah, ketika merenunginya
lagi aku tahu bahwa yang aku butuhkan adalah sosok yang tak akan pernah
membuatku menunggu dan menjadikan diriku sebagai salah satu tujuan hidupnya
bukan dia yang mengenyangkanku dengan kata-kata tiada arti tentang betapa ia
mencintaiku come on thats so bulshiit men!! Take action dong!!
2.
Aku
yang pernah hilang fokus karena dimabuk cinta, siap untuk menunjukkan pada
dunia i’am the better person now!!
Segudang
pengalamanmu tentang wanita mungkin membuatku kelihatan begitu polos bin bodoh,
mungkin kamu pernah menertawaiku ketika aku rela membuang waktu belajarku untuk
mendengar setiap kisahmu tanpa pernah berani untuk bercerita tentang hidupku.
Aku yang selalu mengagung-agungkan kecerdasan perempuan lebih penting daripada
sekedar cantik secara fisik, membuatku berakhir malu pada diri sendiri ketika
terpaksa harus menjalani diet ketat karena kamu yang terus saja mengomentari
berat badanku. Kini aku bertanya, bagaimana mungkin ayah dan ibuku tetap
bertahan dalam rumah tangga mereka dengan penuh kehangatan jika cinta hanya
sebatas fisik? And finally i got the answer, cinta adalah tentang tanggung
jawab. Ketika semuanya tak lagi sama kamu akan tetap berdiri disana dengan
tanggung jawab tiada akhir atas komitmen yang sudah kita bangun bersama. Lepas
darimu membuatku melihat dunia dengan lebih baik dan menghargai cinta dengan
cara yang berbeda. aku tahu bahwa yang perlu aku lakukan adalah membekali
diriku dengan pengetahuan dan atittude yang baik agar mampu bersanding dengan
dia yang akan melengkapiku mengarungi kehidupan.
3.
Sifat
ingkarmu mengajarkan tentang pentingnya komitmen dan sucinya sebuah janji
”Kau
yang berjanji, kau juga yang mengingkari” ya, sepenggal lirik lagu yang aku tak
tahu siapa penyanyinya mendadak jadi lagu wajibku ketika aku tak kunjung
mendapat kepastian darimu ketika aku menunggu di satu sudut kota. Berulang kali
kamu berjanji dan berulang kali juga kamu mengingkarinya namun aku tetap saja
berusaha memahamimu atas nama cinta. lalu di suatu sore yang gerimis aku
berpikir bagaimana jika nantinya janji yang kamu ucapkan dihadapan Tuhan akan
kamu ingkari jua?? Jika kamu saja tak
segan mengingkari setiap janji yang kau ucapkan maka aku pun akan ENGGAN
mempercayakan mimpi dan masa depanku untuk dirajut barsamamu. Itu adalah
bagaimana aku menghargai diriku, bahwa hidupku amat sangat berharga untuk aku
hempaskan atas nama cinta.
Pada
akhirnya diujung kesedihanku tentang
kebodohanku kala itu, bibir ini sanggup mengucapkan terimakasih untukmu yang
telah membantuku manjawab pertanyaan tentang who i’am? Aku adalah wanita yang
pernah bodoh karena cinta, pernah kecewa karenamu dan pernah pula bangkit untuk
menjadikan penghormatan dan penghargaan atas diri sendiri sebagai harga mati
yang harus aku bayar untuk menebus kebodohan itu.
Komentar
Posting Komentar