SAP LUPUS
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Topik : SLE ( sistemic lupus
erythematosus )
Tempat : Desa Tuanatuk
kabupaten Rote Ndao NTT
Hari/Tanggal : Sabtu 24 Januari 2015
Waktu : 1 x 30 Menit
Sasaran : Masyarakat Desa
I.
TUJUAN
1.1 Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan peserta dapat
mengetahui dan memahami tentang penyakit LUPUS
1.2 Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan
penyuluhan selama 30 menit tentang lupus diharapkan peserta dapat
a.
Menarasikan Pengertian Lupus
b.
Menyebutkan Penyebab Lupus
c.
Menyebutkan minimal 3 Tanda dan
Gejala Penyakit Lupus
d.
Menjelaskan Pencegahan Lupus
e.
Menyebutkan
Pengobatan/Penatalaksanaan Lupus
II.
MATERI
FAKTA
Tidak banyak yang mengetahui apa itu penyakit Lupus. Penyakit ini memang
belum banyak dikenal orang. Seabad lalu, penyebab penyakit ini diperkirakan
adalah karena faktor keturunan, selain faktor hormon dan lingkungan
(seperti stres, sinar matahari, infeksi, makanan dan obat-obatan). Namun, kini
disimpulkan para ahli bahwa penyebab dari penyakit Lupus adalah bukan merupakan
penyakit keturunan. Penyakit Lupus tidak diturunkan, hanya 5-10% pasien Lupus
yang diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar (90%) pasien Lupus tidak
mempunyai saudara ataupun orangtua yang juga sakit Lupus. Penyakit Lupus
menyerang hampir 90% perempuan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO
mencatat jumlah penderita penyakit Lupus di seluruh dunia dewasa ini
mencapai lima juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan usia
produktif dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100 ribu penderita baru.
Data di Amerika menunjukkan angka kejadian penyakit Lupus Ras Asia lebih tinggi
dibandingkan ras Kaukasia. Di Indonesia jumlah penderita Lupus yang
tercatat sebagai anggota YLI 789 orang, tetapi bila kita melakukan pendataan
lebih seksama jumlah pasien Lupus di Indonesia akan lebih besar dari Amerika (
1.500.000 orang).
KONSEP
II.1 Pengertian Lupus
Lupus dalam bahasa Latin
berarti “anjing hutan/serigala”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad
lalu. Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly
rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi
serigala, tetapi berwarna putih. Penyakit Lupus dalam ilmu kedokteran disebut dengan Systemic Lupus
Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh
tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh,
penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada
Penyakit Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang
asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah
ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Penyakit Lupus
disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan
tubuh berlebihan). Pada penderita penyakit lupus, antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua
cara yaitu :
·
Pertama, antibodi aneh ini
bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah
yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya
kekurangan sel darah merah atau anemia.
·
Kedua, antibodi bisa
bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk
ikatan yang disebut kompleks imun, yaitu gabungan antibodi dan antigen mengalir
bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan
peradangan.
II.2 Penyebab Lupus
a. Faktor Genetik
Tidak diketahui gen atau gen – gen apa
yang menjadi penyebab penyakit tersebut, 10% dalam keluarga Lupus mempunyai
keluarga dekat ( orang tua atau kaka adik ) yang juga menderita lupus, 5% bayi
yang dilahirkan dari penderita lupus terkena lupus juga, bila kembar identik,
kemungkinan yang terkena Lupus hanya salah satu dari kembar tersebut.
b. Faktor lingkungan
Lingkungan sangat berperan sebagai pemicu
Lupus, misalnya infeksi, stress, makanan, antibiotik (khususnya kelompok
sulfa dan penisilin), cahaya ultra violet (matahari) dan penggunaan obat – obat
tertentu.
c. Faktor hormon
Faktor hormon dapat menjelaskan mengapa
kaum perempuan lebih sering terkena penyakit lupus dibandingkan dengan
laki-laki. Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit Lupus sebelum periode
menstruasi atau selama masa kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon,
khususnya ekstrogen menjadi penyebab pencetus penyakit Lupus. Akan tetapi
hingga kini belum diketahui jenis hormon apa yang menjadi penyebab besarnya
prevalensi lupus pada perempuan pada periode tertentu yang menyebabkan
meningkatnya gejala Lupus masih belum diketahui.
d. Faktor sinar matahari
Sinar matahari adalah salah satu kondisi
yang dapat memperburuk gejala Lupus. Diduga oleh para dokter bahwa sinar
matahari memiliki banyak ekstrogen sehingga mempermudah terjadinya reaksi
autoimmune. Tetapi bukan berarti bahwa penderita hanya bisa keluar pada
malam hari. Pasien Lupus bisa saja keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau
sesudah pukul 16.00 dan disarankan agar memakai krim pelindung dari sengatan
matahari. Teriknya sinar matahari di negara tropis seperti Indonesia,
merupakan faktor pencetus kekambuhan bagi para pasien yang peka terhadap sinar
matahari dapat menimbulkan bercak-bercak kemerahan di bagian muka.kepekaan
terhadap sinar matahari (photosensitivity) sebagai reaksi kulit yang
tidak normal terhadap sinar matahari.
II.3 Tanda dan Gejala Lupus
Adapun tanda dan gejala penyakit Lupus ialah :
a.
Kulit yang mudah gosong akibat sinar
matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
b.
Gejala umumnya penderita sering merasa
lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama
didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
c.
Pada kulit, akan muncul ruam merah yang
membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash).
Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol
dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita
yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap
Lupus.
d.
Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah
merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
e.
Rambut yang sering rontok dan rasa lelah
yang berlebihan
II.4 Pencegahan Lupus
Karena penyakit ini menyerang bagian kulit sebaiknya
hindari terpaan sinar matahari secara langung dan berkelebihan. Selain itu anda
juga harus berganti pola hidup anda dengan pola hidup sehat seperti olah raga yang teratur mengganti menu makanan anda dengan di
banyaki sayuran dan buah-buahan. Dalam makanan sendiri anda juga harus
memperhatikan kandungannya, untuk lebih baiknya sebaiknya konsumsi makanan yang
mengandung banyak vitamin D dan protein. Selain itu waspadai juga penyakit yang
menyerang bagian pencernaan, namun karena penyakit ini termasuk penyakit
genetik sehingga ada juga yang di sebabkan oleh keturunan. Secara ringkas,
dapat disebutkan cara pencegahan penyakit Lupus ialah :
a.
Menghindari stress
b.
Menjaga agar tidak langsung terkena sinar
matahari
c.
mengurangi beban kerja yang berlebihan
d.
menghindari pemakaian obat tertentu.
II.5 Pengobatan Lupus
Pengobatan
lupus tergantung dari berat-ringannya dan alat tubuh mana yang terkena. Untuk
itu diperlukan pemeriksaan medis secara berkala. Jika terdapat gejala ringan
dapat diberikan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dan anti malaria
(seperti Chloroquine). Jika terdapat gejala yang berat dapat beresiko mengancam
jiwa, maka diberikan Steroid (seperti Prednison, Metilprednisolon) dan obat
imunosupresif (seperti azathioprine, cyclophosphamide, mycophenolate mofetil
dan cyclosporine). Obat-obat tersebut memang berguna untuk mengobati lupus,
tetapi mempunyaibeberapa efek samping. Efek samping yang ditimbulkan beragam
dari ringan sampai berat dan terkadang baru dirasakan setelah jangka waktu lama
III.
METODE
a.
Ceramah
b.
Tanya Jawab
IV.
MEDIA
a.
Gambar/media grafis : leaflet
b.
Gambar alat optik : slide
V.
KEGIATAN PENYULUHAN
|
No
|
Tahapan dan Waktu
|
Kegiatan Pembelajaran
|
Kegiatan Peserta
|
|
1.
|
Pembukaan (5’)
|
1.
Mengucapkan
salam
2.
Memperkenalkan
diri
3.
Menjelaskan
tujuan umum
|
1. Menjawab
2. Mendengarkan
3. Mendengarkan
|
|
2.
|
Kegiatan inti (10’)
|
1.
Menjelaskan
pengertian Lupus
2.
Penjelasan
penyebab penyakit Lupus
3.
Menjelaskan
tanda
gejala lupus
4.
Menjelaskan
cara pencegahan
penyakit lupus
5.
Menjelaskan
cara
penanganan penyakit lupus
|
1. Mendengarkan
2. Menyimak
3. Menyimak
4. Menyimak
5. Menyimak
|
|
3.
|
Penutup (5’)
|
1. Mengajukan beberapa pertanyaan
2. Merangkum hasil/ kesimpulan materi
3. Salam penutup
|
1. Menjawab
2. Menyimak
3. Menjawab
|
VI.
EVALUASI
a.
Aspek pengetahuan
1)
Jelaskan pengertian Lupus
2)
Sebutkan penyebab Lupus
3)
Sebutkan minimal 3 tanda dan Gejala Lupus
4)
Jelaskan cara pencegahan Lupus
5)
Jelaskan cara pengobatan Lupus
KEPUSTAKAAN
Dongoes M. E. et all, 1989, Nursing Care Plans,
Guidelines for Planning Patient Care, Second Ed, F. A. Davis, Philadelpia.
Harsono (ED), 1996, Kapita Selekta Neurologi ,
Second Ed, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Hudack. M. C. R and Gallo B. M, 1997, Keperawatan
Kritis Pendekatan Holistik (Terjemahan), Edisi VI, EGC, Jakarta Indonesia.
Kariasa Made, 1997, Asuhan Keperawatan Klien
Epilepsi, FIK-UI, Jakarta.
Luckman and Sorensen S, 1993, Medikal Surgical
Nursing Psychology Approach, Fourt Ed, Philadelpia London.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Sistemic
Lupus Erythematosus
TINCE YUNARWATI ANIN
NH0112286
PROGRAM STUDI STRATA 1 ILMU KEPERAWATAN
STIKES NANI HASANUDDIN
MAKASSAR
2015
Komentar
Posting Komentar